Bolehkah Puasa Qadha Digabung dengan Puasa Sunnah Rajab?

Sering muncul pertanyaan: apakah boleh menggabungkan niat puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah Rajab?

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Di bulan ini, banyak kaum Muslimin memperbanyak amalan ibadah, salah satunya adalah puasa sunnah. Namun, tidak sedikit juga yang masih memiliki tanggungan qadha puasa Ramadan dan ingin menunaikannya bertepatan di bulan Rajab. Lalu, apakah sah dan diperbolehkan jika niat puasa qadha digabung dengan puasa sunnah Rajab?

Dalam kajian fikih, para ulama telah membahas hukum menggabungkan dua niat puasa. Secara umum, menggabungkan dua puasa sunnah dalam satu hari diperbolehkan. Bahkan, menggabungkan puasa wajib dengan puasa sunnah juga dibolehkan menurut sebagian ulama. Yang tidak diperkenankan adalah menggabungkan dua puasa wajib dalam satu waktu.

Berikut penjelasan Syekh Abu Bakar Syatha Ad-Dimyati dalam kitab I’anatut Thalibin (Juz 2, halaman 271):

(تنبيه) إعلم أنه قد يوجد للصوم سببان كوقوع عرفة أو عاشوراء يوم اثنين أو خميس أو وقوع اثنين أو خميس في ستة شوال فيزداد تأكده رعاية لوجود السببين فإن نواهما حصلا

Artinya: “(Peringatan) Ketahuilah bahwa sesungguhnya terkadang dijumpai beberapa sebab dalam satu puasa. Seperti terjadinya puasa Arafah atau Asyura di hari puasa Senin atau Kamis, atau terjadinya puasa Senin atau Kamis di enam hari bulan Syawal, maka kesunnahannya menjadi lebih muakkad karena menjaga dari adanya beberapa sebab puasa. Apabila seseorang berniat untuk puasa keduanya, maka mendapatkan pahala keduanya.”

Penjelasan di atas menunjukkan contoh penggabungan dua puasa sunnah. Misalnya, ketika puasa Arafah bertepatan dengan hari Senin, lalu seseorang berniat menjalankan keduanya sekaligus.

Lalu bagaimana jika yang digabung adalah puasa wajib dan puasa sunnah?

Syekh Abdul Aziz Al-Malibari menjelaskan dalam kitab Fathul Mu’in (halaman 281):

أفتى جمع متأخرون بحصول ثواب عرفة وما بعده بوقوع صوم فرض فيها

Artinya: “Banyak ulama kontemporer berfatwa bahwa pahala puasa Arafah (dan puasa sunnah lainnya) tetap didapatkan bagi orang yang melaksanakan puasa fardu pada hari tersebut.”

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa seseorang yang melaksanakan puasa wajib pada hari yang memiliki keutamaan sunnah tetap berpeluang mendapatkan pahala keduanya.

Dengan demikian, menggabungkan niat puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah Rajab hukumnya diperbolehkan menurut pendapat para ulama yang membolehkannya. Semoga ini menjadi kabar gembira bagi kita untuk tetap bisa melunasi kewajiban sekaligus meraih keutamaan sunnah.

Mari manfaatkan bulan Rajab sebagai momen memperbaiki diri dan mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan lebih matang. Semoga Allah memudahkan setiap langkah ibadah kita dan menerima seluruh amal yang kita lakukan.

Admin Baitul Kreatif Dakwah

Kategori

Kami berfokus pada Digitalisasi Dakwah yang besinergi dengan Pondok Pesantren Ulul Albab Al-Fikri Kalimantan Barat

Alamat

Sungai Pinyuh, Kec. Sungai Pinyuh, Kab. Mempawah, Kalimantan Barat 78353